22/04/10

Hakikat Ilmu Metafisika


Pengertian Metafisika. (Bahasa Yunani: µet? (meta) = “setelah atau di balik”, f?s??a (phúsika) = “hal-hal di alam”) adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta? Cabang utama metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan.
Penggunaan istilah “metafisika” telah berkembang untuk merujuk pada “hal-hal yang di luar dunia fisik”. “
Toko buku metafisika”, sebagai contoh, bukanlah menjual buku mengenai ontologi, melainkan lebih kepada buku-buku mengenai ilmu gaib, pengobatan alternatif, dan hal-hal sejenisnya.
Beberapa Tafsiran Metafisika,dalam menafsirkan hal ini, manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supernatural)dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut pemikiran supernaturalisme. Dari sini lahir tafsiran-tafsiran cabang misalnya animisme. Selain paham di atas, ada juga paham yang disebut paham naturalisme. paham ini amat bertentangan dengan paham supernaturalisme.
Paham naturalisme menganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri,yang dapat dipelajari dan dapat diketahui. Orang-orang yang menganut paham naturalisme ini beranggapan seperti itu karena standar kebenaran yang mereka gunakan hanyalah logika akal semata, sehingga mereka mereka menolak keberadaan hal-hal yang bersifat gaib itu. Dari paham naturalisme ini juga muncul paham materialisme yang menganggap bahwa alam semesta dan manusia berasal dari materi. Salah satu pencetusnya ialah Democritus (460-370 S.M). Adapun bagi mereka yang mencoba mempelajari mengenai makhluk hidup.
Timbul dua tafsiran yang masing saling bertentangan yakni paham mekanistik dan paham vitalistik. Kaum mekanistik melihat gejala alam (termasuk makhluk hidup) hanya merupakan gejala kimia-fisika semata. Sedangkan bagi kaum vitalistik hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara substansif dengan hanya sekedar gejala kimia-fisika semata. Berbeda halnya dengan telaah mengenai akal dan pikiran, dalam hal ini ada dua tafsiran yang juga saling berbeda satu sama lain. Yakni paham monoistik dan dualistik. sudah merupakan aksioma bahwa proses berpikir manusia menghasilkan pengetahuan tentang zat (objek) yang ditelaahnya. Dari sini aliran monoistik mempunyai pendapat yang tidak membedakan antara pikiran dan zat.keduanya (pikiran dan zat) hanya berbeda dalam gejala disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai subtansi yang sama. Pendapat ini ditolak oleh kaum yang menganut paham dualistik. Dalam metafisika, penafsiran dualistik membedakan antara zat dan kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda secara substansif. Aliran ini berpendapat bahwa yang ditangkap oleh pikiran adalah bersifat mental. Maka yang bersifat nyata adalah pikiran, sebab dengan berpikirlah maka sesuatu itu lantas ada.
Metafisika; adalah suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realita,
Hubungannya dengan teori komunikasi,metafisika berkaitan dengan hal-hal sbb :
*Sifat manusia dan hubungannya secara kontekstual dan individual dengan realita dalam alam semesta.
*Sifat dan fakta bagi tujuan, perilaku, penyebab, dan aturan.
*Problem pilihan, khususnya kebebasan versus determinisme pada perilaku manusia.
Pentingnya metafisika bagi pembahasan filsafat komunikasi,“Filsafat Ilmu” mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu kajian tentang hakikat keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat kaitan zat dengan pikiran.
Objek metafisika menurut Aristoteles, ada dua yakni : Ada sebagai yang ada; ilmu pengetahuan mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni-murninya, bahwa suatu benda itu sungguh-sungguh ada dalam arti kata tidak terkena perubahan, atau dapat diserapnya oleh panca indera.
Metafisika disebut juga Ontologi.
Ada sebagai yang iLLahi; keberadaan yang mutlak, yang tidak bergantung pada yang lain, yakni TUHAN (iLLahi berarti yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera).Epistemologi; merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia (a branch of philosophy that investigates the origin, nature, methods and limits of human knowledge).
METAFISIKA adalah sebuah kekuatan yang terletak pada kekuatan mental, akal pikiran, hati, jiwa serta semua fisik tubuh manusia, yang mana jika manusia bisa membangkitkan kinerja semua unsur tubuh mereka, maka mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat,metafisika bisa menjelaskan kejadian-kejadian yang berada dibawah atau diatas kemampuan manusia untuk melihat, misal mahluk gaib, alam gaib dsb secara logika, Ahli metafisik tidak dapat dikategorikan sebagai paranormal atau dukun karena ahli metafisik ada untuk menjelaskan kepada manusia tentang hal-hal yang tidak dapat dilihat orang awam.
alam gaib sendiri ada karena sengaja diciptakan Allah SWT untuk menyelaraskan kehidupan manusia, di Al qur'an pun banyak dijelaskan mengenai alam gaib yang berdefinisakan alam dimana ruh seseorang telah meninggalkan jasadnya untuk mempertanggung jawabkan perilakunya di hadapan tuhan (setelah kiamat).

Di alam gaib pun sama hal nya seperti di alam manusia terdapat mahluk-mahluk gaib yang beraktifitas layaknya manusia, seperti adanya pasar, berjalan-jalan, sampai Preman pun ada.tapi hanya tidak terlihat saja oleh mata orang awam seperti kita.

Bisa saja ketika anda sedang membaca artikel ini, disamping anda ada mahluk halus yang juga sedang membaca artikel ini hanya saja tidak terlihat dan tidak terasa oleh anda. didalam alqur'an di jelaskan setiap ada anak adam yang dilahirkan ke dunia ini, setan pun melahirkan anaknya. Tidak percaya silahkan anda rasakan dengan mata batin anda...

Yang harus kita pahami adalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin didunia ini (NOTHING IS IMPOSIBLE) karena ditangan Allah SWT semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin "KUNFAYAKUN" oleh karena itu patut berbangga hati lah kita sebagai manusia yang diciptakan Allah SWT yang ber predikat sebagai manusia paling sempurna diantara ciptaan nya karena walaupun mahluk gaib memiliki pola hidup seperti manusia, bentuk fisik mereka tak sempurna layaknya kita manusia

Allah SWT berfirman dalam alqur'an yang artinya "Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam ".
QS. al-Jinn (72) : 15"


Oleh sebab itu sebagai mahluk yang paling sempurna banyk-banyaklah kita menyembah kepada Allah SWT
karena Allah akan selalu dekat dengan orang yang selalu menyembahnya.
Dalam istilah spiritual lebih dikenal sebagai ilmu ghaib (yang kekuatannya bisa dari unsur luar yakni jin atau qorin/sedulur papat) dan istilah bagi mereka yang berkecimpung di dunia pencak silat dan olah pernafasan, metafisik disebut sebagai tenaga dalam, yakni sebuah inti energi yang terletak pada kekuatan nafas dan pikiran (visualisasi). Jadi pada dasarnya Metafisik, Tenaga Dalam serta Ilmu Ghaib merupakan satu rangkaian, yang intinya mengaktifkan kekuatan/energi yang berasal dari kekuatan Non-Sains. Dan di Indo Ghaib ada teknik mengaktifkan energi adalah unsur cakra dengan membuka 7 cakra utama/7 cupu energi haq/7 serat jagat/7 sorog wadag serta pengendalian khadam,baik dari qorin maupun dari luar yakni Rijalul Ghaib. Ilmu Ghaib adalah ilmu Sirr (rahasia) yakni ilmu yang menyangkut hal-hal diluar akal pikiran. Seperti berjalan dari satu tempat-ketempat lain hanya memerlukan sekian menit padahal naik kendaraan aja memerlukan waktu berjam-jam. Bagi mereka yang hubungan dengan sains dan teknologi mereka menganggap ini adalah mustahil dan kegilaan psikis tapi itulah ghaib mereka tidak bisa dinalar tapi keberadaannya nyata, seperti udara anda menghirup setiap detiknya tapi anda tidak tahu wujud angin itu sendiri seperti apa? tapi anda yakin udara itu ada.*

Energi Metafisika
Penelitian tentang fenomena dari sisi ilmu metafisika adal pengembangan atau penyalahgunaan dari ilmu tersebut, yang aslinya semestinya baik dan untuk kebaikan justru ada yang diplencengkan buat hal yang tidak terpuji.

Metafisik apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang dapat menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik halus. Otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang mampu mempengaruhi sekitarnya.Menurut para ahli metafisik, sebuah ritual mampu menimbulkan kekuatan otak (mind power) sehingga dapat memancarkan energi. Proses ini pada umumnya dilakukan dengan menanamkan “autosugesti” dimana dalam kondisi gelombang otak alpha – theta melalui bacaan-bacaan tertentu (wirid, mantra, doa) hingga timbul sugesti yang kuat. Ritual membangkitkan daya magnetis yang memiliki karakteristik menolak dan menarik. Inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan metafisika.Ilmu Bebas Nilai

Perlu diketahui, tidak selamanya kekuatan magis itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, daya peluluh itu menjadi positif karena memiliki kemampuan melunakkan dan menyadarkan orang lain, misalnya :

  • Agar nasihat lebih mudah diterima pada orang yang hatinya keras.
  • Sebagai proteksi/perisai dari niat jahat.
  • Melunakkan hati orang yang ingin mempersulit urusan (menagih) dll.
  • Menenangkan pikiran, menimbullan efek kantuk, termasuk balita yang rewel, dll.
  • Membangkitkan rasa percaya diri pada orang yang terganggu psikis maupun fisiknya.

Sedangkan pemanfaatan energi metafisis untuk tindak kejahatan, adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk menolong atau menodong, tergantung siapa yang memegangnya.

AUTO SUGESTI: Posisi mantra atau bacaan tertentu dalam upaya membangkitkan magnetik tubuh adalah “alat bantu”. Mantra bukan satu-satunya sumber kekuatan. Dalam bahasa yang lebih sederhana “katamu, doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram –disertai konsentrasi- menimbulkan kekuatan magnetis.

Jika auto sugesti tertumpu pada energi metafisis dalam mempengaruhi orang lain/subyek, lebih tertumpu pada energi yang memancar dari badan lembut pemiliknya. Padahal proses itu tidak dilakukan dengan memberikan induksi (bujukan) . Artinya, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku seseorang berubah secara tiba-tiba, ini menunjukkan bahwa ENERGI ITU BENAR-BENAR ADA.
Untuk mempelajari ilmu metafisik tidaklah rumit. Kuncinya asal yakin, tekun disertai memperluas wawasan.
Metode penggalian energi pun beragam. Ada versi tradisional, ada juga yang religius dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) agar manusia dapat “menyerap” sifat-sifat-Nya. Tuhan kita Maha Lembut (Al Lathiif), Maha Perkasa (Al Jabbar) dan maha segala-galanya. Maka, bermohonlah energi kelembutan, dan keperkasaan itu dengan menyebut asma - Nya.
Mempelajari ilmu metafisik tidak perlu khawatir adanya dampak buruk, karena selama ini fungsinya positif. Belajar ilmu apapun jenisnya menjadi negatif jika ilmu itu diajarkan oleh guru yang memprovokasi muridnya untuk melakukan tindak kejahatan. Provokasi negatif itu jauh lebih membahayakan dibandingkan ilmu yang dipelajari, apapun jenis ilmunya. Karenanya, ilmu metafisik menjadi bermasalah jika diajarkan pada orang miskin yang tidak tahan uji dan atau orang kaya yang tidak pernah merasa puas
atau orang yang keimanannya tipis,dikhawatirkan disalah gunakan kempuannya itu.Bagaimmanapun jika kita sadari,segala perbuatan baik/buruk kelak kita pertanggung jawabkan dihadapanNYA.

Spiritual by Kuliah Ilmu Ghaib