Tampilkan postingan dengan label ilmu spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu spiritual. Tampilkan semua postingan

Belajar Bahasa Laduni

Belajar Bahasa Asing Dengan Metode Ilmu Laduni yang sering kita dengan dengan sebutan Bahasa Laduni. Laduni adalah ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para malaikat-Nya pun berkata: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami." (Al-Baqarah: 32) Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat melalui usaha belajar (kasbiy). 
Bahasa Laduni adalah suatu medote spiritual islami untuk menguasai bahasa asing dengan cara mudah dan cepat. Berikut ini info yang mengupas sedikit tentang bahasa laduni tersebut sebagai wacana dan menambah wawasan.

Asma' Kun Fayakun

Asma' Kun Fayakun adalah merupakan keilmuan samudra ilmu hikmah yang memiliki manfaat multi fungsi untuk pengisian benda agar bertuah, menarik pusaka/harta karun yang terpendam, mendatang kekuatan khodam, induk ilmu penyembuhan dan ucapan bertuah (idu geni), dsb. 
Asma' Kun Fayakun banyak diburu oleh kalangan praktisi ilmu hikmah/praktisi supranatural bahkan tak jarang kalangan paranormal mengamalkan ilmu ini untuk memperkuat keilmuannya dalam menangani pasiennya. 
Asma' Kun Fayakun dari pengalaman kami yang mengamalkannya sungguh mempunyai banyak manfaat dengan kemajingan ilmu ghaib secara laduni yaitu ilmu yang datang dengan sendirinya atas kuasa dan kehendak Allah SWT.  Asma' Kun Fayakun pada kesempatan kali ini kami ungkap untuk menjawab rasa penasaran dari sobat semua tentang asmak kun fayakun/asma kun fayakun yang selama ini terlalu banyak versi bahkan ada yang dikaitkan dengan puja mantra dan lelaku ritual yang aneh-aneh, bahkan ada yang rela merogoh gocek puluhan juta untuk mengetahui / memiliki rahasianya tentang keilmuan yang satu ini.

Cara Berinteraksi Dengan Makhluk Gaib

Gambaran cara-cara berinteraksi dengan para makhluk gaib
Di dalam berkomunikasi melalui 'suara bisikan'-nya kepada manusia, pada dasarnya ada 2 macam cara berinteraksi dengan para makhluk gaib, yaitu: "interaksi secara terselubung"
dan "interaksi secara terang-terangan". "Interaksi secara terselubung" pasti dialami oleh tiap manusia tiap saatnya, sedangkan "interaksi secara terang-terangan" hanya dialami oleh amat terbatas jumlah manusia, sampai saat ini. Berikut ini diungkap 'gambaran' tentang kedua macam cara berinteraksi, bukan 'bagaimana' cara berinteraksinya.


Ada cukup banyak macam cara berinteraksi antara manusia dan para makhluk gaib (malaikat, jin, syaitan dan iblis), yang dikemukakan dalam berragam sumber. Tetapi dalam artikel/posting sekarang dan juga buku "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW", hanya dikemukakan cara-cara berinteraksi dengan para makhluk gaib, yang melalui 'suara bisikan' mereka kepada manusia. Hal ini amat perlu dikemukakan, terutama karena amat berkaitan dengan proses penyampaian wahyu-Nya, dari para malaikat Jibril kepada para nabi-Nya, yang relatif cukup lengkap telah diuraikan dalam artikel/posting terdahulu "cara proses diturunkan-Nya wahyu kepada para nabi-Nya".

Shalawat Kun Fayakun

Shalawat Kun Fayakun merupakan inti kharomah tingkat tinggi. Shalawat ini ibarat suatu induk doa untuk mewujudkan apapun permintaan atau permohonan doa kita, dalam suatu keilmuan disebut puncak ilmu cipta atau daya laduni. Shalawat kun fayakun adalah kunci doa yang hanya bersandar memohon pada Allah dengan menjunjung tinggi nabiyullah muhammad. Sholawat kun fayakun dalam ilmu hikmah banyak diburu karena beranggapan ini adalah puncak kekuatan doa shalawat yang merupakan induk energi ilmu laduni. Namun apapun doa hanya atas kehendak Allah-lah akan memiliki suatu khasiat yang luar biasa. 
Sholawat kun fayakun akhirnya kami tampilkan disini, semoga ini menjadi wawasan dan keilmuan yang bermanfaat bagi kita semua dalam menambah khasanah ilmu ghaib. Sholawat kun fayakun akan sangat bermanfaat buat anda yang sudah memiliki kemampuan ilmu ghaib dan dianjurkan bukan untuk para pemula, karena pengamal haruslah punya dasar (pondasi keilmuan ghaib) yang kuat dalam menguasainya. Sholawat kun fayakun dikenal sholawat dari nabi khidir atau sholawat makrifat bahkan dikalangan ahli ilmu hikmah ada yang menyebutnya kunci pamungkas ilmu raja dirajeh, bahkan ada yang menyebutnya puncak ilmu daya laduni, ada yang menyebutnya aji sekti poro wali (istilah jawa: sekti tanpo aji,kuwoso tanpo topo,sugih tanpo bondho,ngluruk tanpa bolo, menang tanpo ngasorake).

Hakekat Menuntut Ilmu

Ilmu Agama adalah ilmu yang diterangkan di dalam kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Keutamaan Menuntut Ilmu Agama

  • Menegakkan ibadah yang paling utama
  • Ilmu agama adalah warisan para Nabi
  • Diangkatnya derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu
  • Dimudahkannya jalan menuju surga bagi para penuntut ilmu
  • Membuat Allah bersegera padanya
  • Ketamakan akan ilmu tidak pernah akan terpuaskan
  • Rasulullah diperintahkan untuk meminta tambahan ilmu
  • Halalnya hasil buruan anjing yang terlatih yang dilepas berburu dengan menyebut basmallah

Keikhlasan dalam menuntut ilmu agama

Menuntut ilmu agama termasuk salah satu ibadah yang seseorang dituntut untuk ikhlas dan mengikuti syariat Islam. Keikhlasan dalam menuntut ilmu agama bermakna :
  • Semata-mata mengharap pahala
  • Berniat untuk mengangkat kebodohan dari dirinya
  • Berniat untuk mengamalkan perintah-perintah Allah yang dia pelajari

Mustajabnya Doa Ibu

Doa seorang Ibu
Copyright:http://baitullah.or.id

Doa seorang ibu sungguh mustajab. Balk doa kebaikan ataupun doa buruk. Rosululloh pernah menyampaikan suatu kisah menarik berkaitan dengan doa ibu. Suatu kisah nyata yang terjadi pada masa sebelum Rosululloh yang patut diambil sebagai ibroh bagi orang-orang yang beriman.

Dahulu, ada tiga orang bayi yang bisa berbicara. Salah satunya adalah seorang bayi yang hidup pada masa Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah, dia memiliki sebuah tempat ibadah yang sekaligus jadi tempat tinggalnya.

Suatu ketika Juraij sedang melaksanakan sholat, tiba-tiba ibunya datang memanggilnya: "Wahai Juraij". Dalam hatinya, Juraij bergumam: "Wahai Robbku, apakah yang harus aku dahulukan... meneruskan sholatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?!".

Dalam kebimbangan, dia tetap meneruskan sholatnya. Akhirnya sang ibu pulang. Esok harinya, sang ibu datang lagi dan memanggil: "Wahai Juraij!". Juraij yang saat itu pun sedang sholat bergumam dalam hatinya: "Wahai Robbku, apakah aku harus meneruskan sholatku... Ataukah (memenuhi) panggilan ibuku?l". Tetapi dia tetap meneruskan sholatnya.

Hakekat Waktu Yang Mustajabnya Doa

Allah memberikan setiap waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, di antaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang mensia-siakan kesempatan yang baik tersebut. Mereka menyangka bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kejayaan,keuntungan, kemenangan dan keselamatan. Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Adapun waktu-waktu mustajabnya tersebut antara lain ialah:

(1). Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Ertinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya" . (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150)

Hakekat Cahaya Iman

Artikel Indoquran.com ini membahas tentang Cahaya Iman pada manusia, ciri-ciri orang beriman, janji-janji Allah kepada orang yg beriman, dll. Dilengkapi dengan sumber hukum dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits.
Terdiri dari 4 (Empat) Bab:
1. Cahaya Iman
2. Keterangan Al-Qur'an Mengenai Petunjuk
3. Fungsi Al-Qur'an Bagi Orang Beriman
4.Orang-orang Beriman

Saran:
Ketika anda membaca artikel ini, dan menemukan sumber hukum dari Al-Quran, maka luangkan waktu untuk melihat dan mencermati dasar hukum tersebut pada Al-Quran dan Terjemahan Online di website ini (menu Alquran Terjemah), atau dengan menggunakan Quran Viewer yang bisa anda download dan install di komputer anda.
Jika anda mendapatkan bahwa ada dasar hukum yang tidak sesuai atau tidak cocok, maka kirim email ke admin sehingga admin indoquran.com bisa melakukan revisi atau perbaikan jika ada salah ketik / kesalahan lain yang mungkin tidak disengaja. Dengan Demikian anda juga ikut berkontribusi dalam belajar dan berbagi indoquran.com

Misteri Nabi Khidhir AS

Mungkin kita semua pernah mendengar nama Nabi Khidhir atau Nabi Khadhir,karena beliau adalah sosok yang sangat terkenal.Tetapi karena terbatasnya berita-berita yang ada,masih banyak misteri yang berkaitan dengan tokoh ini.Keterangan-keterangan tentang beliau,sebagian ada yang dapat dipastikan kebenarannya karena sumbernya jelas.Namun sebagian lagi masih membutuhkan kajian lebih lanjut,karena sumber yang ada menyebutkan keterangan yang berbeda.
Diantara keterangan tentang Nabi Khidhir yang pasti benar adalah kisahnya bersama Nabi Musa AS sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Kahfi ayat 65 sampai 82.
Didalam surah tersebut memang tidak disebutkan secara jelas namanya,hanya disebutkan “hamba Kami (hamba Allah)” dalam ayat 65.
“Lalu mereka (Nabi Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya Rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”.Tetapi hadits-hadits yang shahih menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Nabi Khidhir.
Adapun diantara hal-hal yang masih diperselisihkan tentang beliau adalah nama aslinya,nama ayahnya,dan asal-usul keturunannya.Tetapi perdebatan yang paling terkenal tentang beliau adalah “Apakah beliau sudah wafat,atau masih hidup hingga sekarang?”.

Hakekat Makna Bertasbih

Tasbih bersama E=MC^2
Saudara-saudara yang budiman , mari nikmati penjelasan berikut artikel dari Spiritual Sinergi Semesta (cahaya-semesta.com), sebagai menambah wawasan kita dalam memahami makna dalam bertasbih menyebut asma Allah SWT.

MAKNA BER-TASBIH

Kata At-Tasbih adalah derivasi dari kata as-sabh, yang berarti : terapung dan as-sibaahah : berenang, yang secara etimologi berarti berlalunya benda materi dengan cepat di tengah-tengah benda yang kepadatan massanya kurang dari benda materi tersebut, seperti air atau udara.

Kemudian, As-Sabh bisa berarti : kekosongan, hampa. Bisa juga berarti : bertindak di dalam kehidupan. As-Sabh bisa juga digunakan dalam bentuk metafora untuk menunjukkan makna peredaran/pergerakan bintang-bintang di hamparan langit. “Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (36:40)”.

Sehingga dapat disimpulkan arti dari BERTASBIH adalah bahwa seluruh elemen di alam semesta ini selalu bergerak mengikuti garis edar thowaf semesta seraya fokus kepada Allah, yang ditandakan dengan fokus kepada rumah kosong atau Baitullah.

Quantum Fisika dan Spiritualitas

Apakah Quantum Fisika dan Spiritualitas terkait?
Ian Thompson,Departemen Fisika, Universitas Surrey, Inggris
Artikel ini berdasarkan ceramah yang diberikan kepada Asosiasi Ilmiah Swedenborg, 20 April 2002.Sangat berharga untuk mendiskusikan pertanyaan tentang fisika kuantum dan spiritualitas bersama-sama, untuk melihat hubungan antara mereka dari sudut pandang Gereja Baru. Ada alasan mendesak untuk mendiskusikan link ini, karena ada orang-orang yang ingin mengidentifikasi hal-hal ini. Ada perasaan yang meluas bahwa orang-orang zaman baru yang entah bagaimana mereka terhubung, tetapi beberapa orang “New Age” ingin mengatakan bahwa fisika kuantum mengatakan pada kita tentang spiritualitas. Kita tahu dari Swedenborg bahwa hubungan tersebut tidak terlalu sederhana, jadi kita perlu memahami lebih terinci apa yang sedang terjadi.

Bolehkah Menjual Ilmu?

“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran). " Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat. (Q.S. 6:90)”

Sahabat Semesta yang dimulyakan ALLAH SWT....
ALLAH telah menghalalkan untuk kita berjual beli tapi Allah telah mengharamkan RIBA. Namun demikian, ada juga jual-beli yang diharamkan seperti jual beli bangkai, khomr dan lain sebagainya.

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda di Mekkah pada tahun penaklukan kota itu: "Sesungguhnya Allah melarang jual-beli minuman keras, bangkai, babi dan berhala." Ada orang bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat baginda tentang lemak bangkai karena ia digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit dan orang-orang menggunakannya untuk menyalakan lampu?. Beliau bersabda: "Tidak, ia haram." Kemudian setelah itu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Allah melaknat orang-orang Yahudi, karena ketika Allah mengharamkan atas mereka (jual-beli) lemak bangkai mereka memprosesnya dan menjualnya, lalu mereka memakan hasilnya. " Muttafaq Alaihi.

Hakekat "Man Jadda Wa Jada"

Barang siapa bersungguh-sungguh pasti ada jalan / terwujud (MAN JADDA WAJADA)

Dalam firman Allah Surat Ar rad ayat 11 ditegaskan : ” Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ”.
Dari Alqur’an dan hadist tersirat bahwa pewujudan keadaan yang membuahkan hasil adalah
kemampuan manusia berpikir untuk meyakinkan dirinya yang terbaik sehingga dapat mewujudkan cita-cita, tentunya sebagai kemurahan Allah SWT. Berarti manusia tidak boleh mudah menyerah dengan tantangan, hambatan dan kesulitan hidup dan harus dijalani dengan rasa optimis.
Memang sifat manusia yang tidak tetap adalah cepat mengharap kebaikan namun cemas bila menghadapi kerugian.
Dalam firman Allah Surat An Anfaal ayat 74 dikatakan bahwa :
“ orang-orang yang beriman, orang-orang berhijrah, orang-orang berjihad pada jalan Allah, orang-orang yang memberikan tempat perlindungan dan pertolongan, mereka itulah orang-orang yang sebenarnya beriman, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia”.

Spiritual by Kuliah Ilmu Ghaib